Article

Real-Time PCR

Sahabat Indolab, mungkin kalian sering mendengar istilah PCR pada saat pandemi Covid-19. Tapi taukah kalian mengenai PCR dan Real – Time PCR? bahwa metode ini tidak hanya untuk mendeteksi Covid-19 saja melainkan banyak pengimplementasian nya. Yuk simak penjelasan berikut.

 

PENGERTIAN REAL-TIME PCR

Real-Time PCR – adalah suatu metode yang digunakan untuk memperbanyak materi genetik dari suatu mahluk hidup dan bisa digunakan berbagai aplikasi lainnya seperti deteksi suatu penyakit, kontaminasi dalam suatu makanan, kontaminasi materi geneti dari hewan non halal di makanan & kosmetik. Selama materi genetik masih bisa diambil maka bisa di deteksi menggunakan metode Real-Time PCR (qPCR) dan hasil nya bisa langsung terlihat saat itu juga.

 

Contoh : Ketika pada saat penelitian yang di perbanyak adalah gen babi dalam makanan dan kosmetik berarti target nya adalah untuk deteksi makanan dan kosmetik halal. Sama hal nya jika yang di perbanyak adalah gen kanker maka target nya untuk mendiagnosa penyakit kanker pada pasien tersebut pada proses nya bisa disamakan sesuai pola urutan penandanya (primer) apakah menunjukkan hasil normal atau kanker.

 

Saat ini sudah banyak sekali alat Real-Time PCR yang beredar di Indonesia, mulai dari yang 16 samples, 32 samples, hingga 96 samples.

Berikut adalah daftar alat Real-Time PCR sesuai dengan kapasitas jumlah samplesnya:

 

MYGO Mini (16 samples)

 

MYGO Pro (32 Samples)

Lepgen-96 Real-Time PCR System (96 samples)

 

 

Apa yang membedakan Real-Time PCR (qPCR) dengan PCR konvensional?

Tahap amplifikasi yang terjadi antara baik pada metode PCR dan qPCR sama. Keduanya juga sama-sama dapat memperbanyak sekuens pendek DNA dari jumlah sampel yang sedikit. Namun metode PCR konvensional lebih bersifat kualitatif. Metode ini digunakan hanya mendeteksi ada tidaknya materi genetik baik DNA maupun RNA dalam sampel yang dimiliki. Sedangkan pada metode qPCR dapat menentukan seberapa banyak materi genetik tersebut. Metode qPCR membutuhkan waktu yang lebih singkat disbanding metode PCR konvensional. Selain itu setelah proses amplifikasi, pada PCR konvensional masih perlu dilakukan elektroforesis untuk melihat hasilnya, sedangkan pada metode qPCR hasil dapat langsung dianalisis selama dan setelah proses amplifikasi berlangsung. Pada metode PCR konvensional pewarna yang digunakan yaitu ethidium bromide sedangkan pada qpcr pewarna yang digunakan yaitu fluorescence reporter dye.

 

PT. Indolab Utama Distributor Alat Kesehatan yang menyediakan berbagai kebutuhan Laboratorium anda termasuk Real-Time PCR dan juga PCR Konvensional. Untuk Info lebih lengkap dapat klik icon Whatsapp untuk, support@indolabutama.com atau kunjungi Instagram @indolab_utama untuk mengetahui katalog product terbaru dan promo menarik.

Marcomm Indolab Utama

Recent Posts

Media Mikrobiologi Halal: Fondasi Integritas Produk dan Kepercayaan Konsumen

Media mikrobiologi adalah tulang punggung setiap laboratorium yang terlibat dalam studi atau aplikasi mikroorganisme. Fungsi…

5 months ago

CLEARANCE SALE INDOLAB UTAMA

Indolab Utama menghadirkan penawaran spesial akhir tahun!Dapatkan diskon hingga 50% untuk berbagai produk laboratorium pilihan.…

5 months ago

Stop Ekstraksi Manual! Solusi Cepat, Murni, dan Konsisten dari Promega untuk Asam Nukleat.

Seiring meningkatnya volume sampel, terutama dalam studi genetik skala besar (genomik) dan uji diagnostik klinis…

5 months ago

Training kit A1120 di UMMADA Cirebon

Indolab Utama baru saja menyelesaikan training seru Isolasi DNA menggunakan kit A1120 di UMMADA Cirebon!…

5 months ago

Installasi Tissue Processor HP300 di RSUD KOJA

Kami bangga menjalin kolaborasi dengan RSUD Koja dalam meningkatkan layanan patologi mereka. Indolab Utama telah…

5 months ago

Bioluminescence Imaging: Memahami Prinsip dan Kekuatan Pencitraan Cahaya dalam Biologi

Fenomena bioluminescence, yaitu produksi cahaya oleh organisme hidup melalui reaksi kimia, telah lama memukau manusia…

6 months ago