Category: Article

CRYOSTAT – DEFINISI DAN CARA KERJANYA Cryostat –  adalah alat yang memungkinkan untuk dilakukannya pemotongan jaringan yang telah dibekukan sebelumnya. Tidak seperti microtome yang digunakan untuk pemotongan rutin, cryostat biasanya digunakan oleh dokter untuk kondisi tertentu, salah satunya adalah ketika dokter membutuhkan untuk bisa menganalisis jaringan yang baru dipotong dalam waktu cepat. Umumnya cryostat memiliki […]

> Read more

Perbedaan PCR Konvensional dan Real-Time PCR Sahabat Researcher, mungkin kalian sudah mengetahui mengenai apa itu PCR terutama di masa pandemi covid-19 PCR adalah istilah yang sering kita dengar. Tapi taukah kalian bahwa PCR memiliki 2 jenis metode PCR yaitu PCR Konvensional dan juga Real-Time PCR. Perbedaan antara PCR konvensional dan PCR real-time (atau qPCR) melibatkan […]

> Read more

Pengertian NGS atau Next-Generation Sequencing NGS atau (Next-Generation Sequencing) – adalah teknologi yang merevolusi proses sekuensing DNA dan RNA secara efisien dan cepat. Teknologi ini telah menggantikan metode sekuensing tradisional Sanger sequencing dalam sebagian besar aplikasi, karena kemampuannya untuk menghasilkan data sekuens dengan tingkat throughput yang jauh lebih tinggi. Dalam NGS, jutaan fragmen DNA atau […]

> Read more

SDS PAGE – Pengertian & Cara Kerjanya   SDS-PAGE – adalah singkatan dari Sodium Dodecyl Sulfate-Polyacrylamide Gel Electrophoresis. Ini adalah salah satu teknik pemisahan elektroforesis yang digunakan dalam biokimia dan biologi molekuler untuk memisahkan molekul-molekul berdasarkan berat molekulnya. Teknik ini sering digunakan untuk memisahkan protein-protein dalam sampel berdasarkan ukuran molekulnya. Berikut adalah beberapa komponen dan […]

> Read more

Drybath- Pengertian & Aplikasinya Dalam Penelitian     Dry bath – adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mempertahankan suhu konstan dalam tabung reaksi atau mikroplat selama proses percobaan atau analisis di laboratorium. Alat ini juga dikenal dengan sebutan dry block heater atau block heater. Drybath umumnya digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium, seperti biokimia, biologi molekuler, […]

> Read more

Microplate Washer – Pengertian Mircoplate Washer & Cara Kerjanya   Microplate washer – adalah perangkat laboratorium yang digunakan untuk mencuci mikroplat atau mikrotiter setelah berbagai reaksi biokimia atau pengujian telah dilakukan di dalamnya. Mikroplat atau mikrotiter adalah wadah plastik atau kaca yang memiliki banyak sumur kecil yang digunakan untuk mengadakan berbagai jenis pengujian dalam skala […]

> Read more

Automated Cell Counter – Pengertian & Cara Kerjanya Automated Cell Counter – adalah alat laboratorium yang digunakan untuk menghitung jumlah sel dalam sampel biologis dengan cara otomatis. Alat ini sangat berguna dalam berbagai aplikasi di bidang biologi sel dan biokimia, terutama ketika diperlukan analisis jumlah sel yang cepat, akurat, dan konsisten. Automated cell counter biasanya […]

> Read more

Microplate Reader – Pengertian Mircoplate Reader & Cara Kerjanya   Microplate reader – adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur berbagai parameter biokimia dalam sampel yang telah ditempatkan dalam mikroplat atau mikrotiter. Mikroplat atau mikrotiter adalah wadah plastik atau kaca yang memiliki banyak sumur kecil (biasanya 96 atau 384 sumur) yang digunakan untuk menguji berbagai […]

> Read more

SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulfate-Polyacrylamide Gel Electrophoresis) adalah metode yang umum digunakan untuk memisahkan protein berdasarkan ukuran molekulnya. Proses SDS-PAGE melibatkan penerapan arus listrik pada sampel protein yang dimuat pada gel polyacrylamide dalam kondisi tertentu. Berikut ini adalah beberapa tips dan trik untuk pembuatan larutan gel pada proses SDS-PAGE: Pilih konsentrasi gel yang sesuai: Pemilihan konsentrasi […]

> Read more

Immunohistochemistry (IHC) adalah teknik laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi dan memvisualisasikan protein atau antigen dalam jaringan yang diawetkan dan diproses secara histologis. IHC memanfaatkan antibodi yang spesifik untuk antigen tertentu, yang kemudian diikuti oleh reaksi kimia atau fluoresensi untuk menghasilkan sinyal yang dapat diamati di bawah mikroskop. Berikut adalah beberapa aplikasi umum dari teknik immunohistochemistry: […]

> Read more